Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label TOKOH INSPIRATIF

LULUS POLITEKNIK PENERBANGAN APAKAH LANGSUNG KERJA ?

Assalamualaikum sobat, bagaimana kabarnya hari ini ? Semoga sobat semua selalu dalam keadaan sehat selalu, dalam keadaan bahagia selalu. Sobat, Mungkin dari sobatku semua ada yang bertanya, Sebenarnya setelah lulus dari Politeknik Penerbangan, apakah langsung diterima di tempat kerja ? Sebenarnya lulusan Poltekbang, benar benar prospek gak sih ? Mungkin untuk membantu menjawab pertanyaan dan uneg uneg sobat, saya akan sharing mengenai pengalaman saya setelah lulus dari Salah satu Politeknik Penerbangan di Indonesia. Semoga pengalaman saya bisa membantu menjawab pertanyaan di atas. Apa itu Politeknik Penerbangan Sobat, Politeknik Penerbangan merupakan perguruan tinggi kedinasan yang bernaung di bawah Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan berbasis vokasi dan akademik teknik dalam bidang teknik dan keselamatan penerbangan. Di Indonesia, terdapat 6 Politeknik Penerbangan di bawah naungan Kementerian Perhubungan yaitu Poltekbang Jayapura, Poltekbang S...

MOHAMMAD ANUNG NAILIL MACHROM, INTERPRETASI PERSEPSI HINGGA KOMUNIKASI

Hari dimana langkah ini masih berkesempatan untuk menginjak harumnya kota nan sejuk, kota angin nganjuk. 24 Desember 2016, p atut lah bersyukur, atas seluruh nikmat yang telah diberikan olehNya untuk diri ini, atas seluruh teman yang dianugerahkan dariNya untuk diri ini, atas seluruh tokoh tokoh pembantu yang muncul dalam kisah utama perjalanan hidup ini. Patut dan sangat patut disyukuri. Kembali, dipertemukan diri ini dengan seorang teman lama yang perjuangannya ter’sirat’ dalam sebuah kisah yang pernah saya tulis di dalam ‘goresan jemari’ ini. ‘Anung Nailil Machrom’, ya, pernah tahu kan ? Dia adalah  salah seorang sahabat saya, yang dikenalkan melalui sebuah anugerah amanah mewakili ajang olimpiade astronomi dari kabupaten nganjuk untuk provinsi jawa timur. Rumahnya di nganjuk, sama dengan saya. Hari ini, kami sama sama dalam kondisi luang, alias lagi free dari kesibukkan berkampus, kita sama sama dapat liburan hari ini. Jadi, kita janjian, untuk bertemu menikmati indahnya mal...

MUHAMMAD MUSAFABI, IBUMU BANGGA PADAMU MAS ABI

Sore yang diselimuti awan mendung, menuntunku menyusuri jalanan pedesaan di sebelah barat tanggul kali Brantas yang memisahkan kedua kabupaten ini (Kediri dan Nganjuk Jawa Timur). Meniti langkah dengan sebuah motor peninggalan ayah, tepat sehari setelah meletusnya Kelud di 2014, 15 April 2014. Niatku kesini adalah untuk silaturahim, menemui ‘tilas’ temanku yang dulu adalah seorang yang kuanggap luar biasa dalam  kedisiplinan hidupnya mengikuti Xtra di sekolah menengah kami, SMP Negeri 4 Kertosono, di sebuah kecamatan yang seolah kota pinggiran perbatasan 3 kabupaten kota di Jawa Timur. Terlihat, sebuah pintu depan terbuka dengan leluasa, seolah mempersilahkanku masuk,   dengan diawali salam serta senyuman mempesona yang segar. Senandung salam kuucap di sana. “Assalamualaikum”. segera beliau menjawab dengan ‘gupuh’, segera keluar dari kamar dapurnya menemuiku yang termangu senyum mnis di antara tiga batang tiang pintu. “buk, kulo Didik, niki leres griyone mas Musafabi nggeh ?...

OJT RIONARA DAN TASYA DI BALIKPAPAN

Setiap waktu terus bergulir ya, seperti hembusan angin muson yang selalu berganti, atau mungkin, aliran putaran matahari di langit yang selalu berubah. Tak berhenti. Dari timur ke barat, berulang dan tak berhenti. Berulang, namun berbeda kisah. Berulang, namun dengan tokoh utama yang selalu berganti. Berulang kembali, dari dulu hingga kini. Begitu pun, penyerta langkah kaki ini. Mungkin diriku dulu sebagai penyerta, penyerta yang menjelajahi kota khatulistiwa, bersama 2 orang temanku di sana dalam rangka On The Job Training kami, Langkah Waktu Ini. Ah,, itu sudah lama, sudah terlewat empat kali rasi bintang Libra sampai tulisan ini diketik. Sekarang, penyerta langkah ini silih berganti. Mereka adalah salah satunya. Tak ada yang menyangka kan, ternyata mawar merah banyak yang mekar di antara gang mawar di sudut kampung Sepinggan. Di gang mawar dulu, ibuku pernah singgah, membeli tanah dan ditanami banyak mawar untuk dipanen setiap hari. Sebagai salah satu mata pencaharian membantu k...

PENGALAMAN KE BANDARA DATAH DAWAI

Sobat penasaran dengan bandara Datah Dawai ? Atau sobat mau silaturahim ke bandara Datah Dawai ? Oke sobat, ini insyaAllah akan saya share pengalaman saya bertugas di bandara Datah Dawai beberapa waktu lalu. Nah, sobat, Bandara Datah Dawai merupakan bandara yang berada di desa Long Lunuk, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Datah Dawai merupakan bandara   yang terletak paling tengah kalimantan dan cnderung lebih dekat dengan Negara tetangga, Malaysia. Alhamdulillah, ini merupakan suatu kebanggaan bagi saya mendapatkan pengalaman pertama saya menginjakkan kaki di tanah Kalimatan yang menjadi hulu sungai terpanjang di Indonesia. Luar biasa pokoknya sobat.    Surat Perintah Tugas Pemeliharaan Awal februari 2020, sebelum viralnya kasus Covid-19 di Indonesia, saya bertolak dari Cuti tahunan bersama istri dari Nganjuk “ kota angin ” ke Balikpapan “ kota minyak ”. Eits, kota angin bukan berarti bikin masuk angin loh ya,, hehehe. Dan kota minya...

SENJA, YAKIN UNTUK BANGKIT BERSAMA

Taruna OJT 2020 semester 2. Kanan dari Poltekbang Surabaya, kiri dari Poltekbang Makassar Senja, semilir angin senja menerpa lamunanku. Menggoyahkan rerumputan hijau area air side. Semerbak indah, ditemani langit yang luar biasa mempesona seakan menyapa lamunan diri ini agar semakin dalam dan dalam. Semakin ke dalam, hingga ku terhenti ketika memandang kokohnya 14 antenna Localizer yang mengarah ke runway 07 Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Terhenti dari lamunan ketidaknyamanan. Terhenti dari imajinasi ke khawatiran akan wabah selama ini. Terhenti dari pemikiran tak berujung yang menjadikanku semakin terjebak dalam keniscayaan. “Alat ini kokoh,” Ucapku perlahan yang tiba tiba muncul dari lisan. Menjadikanku mulai berfikir jernih. Menghirup nafas dalam, sembari mulai berdiri dari duduk lamunanku, menghelakan nafas kembali. “Meskipun hujan, panas atau bagaimanapun keadannya. Alat ini tetap kokoh, memberikan instruksi ke pesawat supaya landing dengan p...

IKRAR FEBRIANOV RAMADHANA, KEJORA YA

IKRAR FEBRIANOV RAMADHANA (11.12 PM 22/05/2018) Lama sudah langkah kaki ini tidak terukir dalam goresan tinta saksi kehidupan. Setahun mungkin, atau lebih, tak ada yang kukisahkan dalam langkah ini.  Layaknya keterbatasan danau menyimpan air tawarnya, atau bendungan menyimpan air tawarnya, lama lama air tawar yang lama berganti melewati dan air tawar baru mengisi, otak ini juga begitu, semoga catatan  yang baru ini bisa menjadi motivasi terutama diriku sendiri. Luar biasa memang rencana Ilahi, dalam langkah kaki ini, penempatanku di tanah rantau Kalimantan, Balikpapan, yang memang benar benar tiada saya berfikiran menginjakkan kaki lagi di tanah gambut Borneo untuk kedua kalinya. Kini berbuah nyata. Luar biasa memang rencana Ilahi, yang mempertemukan diri ini dengan "my brader" (saudaraku), yang muncul diantara rimbunan tumpukan kisah rajutan waktu. Ah, "Nikmat Tuhanmu yang mana yang kau dustakan ?" (QS AR Rahman 16) Ramadhan waktu i...

JAZDBAH, Nasihat Abuhu Bagaimana Saudaraku ?

Jazba (kiri) saya dan wildan (kanan) Selasa, 25 Oktober 2016, Alhamdulillah, semenjak diri ini dikenalkan dengan seorang sahabat yang insyaAllah ‘hasan', Semakin teringat kebaikan dan kebaikan. Seperti sebuah hadist yang diriwayatkan oleh muslim “Seorang teman yang baik adalah saat melihat wajahnya teringat Allah . . .” Subhanallah, insyaAllah saya temui disini. Jazdbah, insyaAllah. Saya seperti biasa, tidak akan menjelaskan mengenai profilnya. Tapi, hanya sekelumit kisah yang mudah mudahan bisa diambil “HIKMAH”. Malam, selasa malam, saya mendapat kabar kalau dia sedang sakit mag. Saya bergegas setelah melaksanakan sholat isya’ untuk segera menjenguknya di kamarnya. Mudah mudahan lekas sembuh. Namun, sebuah hikmah dalam obrolan kami saat itu, saya berusaha untuk mengingatnya. “Dek, sebenarnya, apa pesan dari ayahmu yang paling kamu ingat ? Mungkin nanti, insyaAllah bisa saya jadikan pesan untuk anak saya, sehingga bisa jadi ‘JAZDBAH’ yang ke-dua.” Tambahku sedikit bercand...

DEWA BAYU SEMARA DHARMA, Korsa

Dewa Bayu Semara Dharma, mantan polisi taruna TNU VII tingkat dua, tahun lalu. Seorang yang sering kami panggil ‘bli’ hanya ‘bli’ atau kadang ‘switcher’, eh seringnya ‘switcher’. Dialah yang saya ceritakan dalam artikel ini, dimana saya disadarkan lagi yang namanya kebersamaan. Yah, kebersamaan. Dimulai saat makan pagi kami di ruang makan, ATKP Surabaya, 23 Oktober 2016, Ahad. Seperti biasa kami ber-7 tidak melaksanakan pesiar weekend. Kisah ini terjadi sebelum ‘planning’, saat makan pagi. Kami menyantap sarapan ber-7, seperti biasa pula, pasca makan, kami mengobrol ini dan itu. Sampai pada obrolan kami, yang saat itu dihadiri Ivando, Asyamsul, Rizki, Brian, Eka Putra, Bayu dan Saya. “Lah mas Dik, Kemarin malam kenapa gak ke kelas ?” Tanya Bli Bayu, Saya hanya bisa tersenyum. “Haha, iya mas, kemarin gak nikmat mas makan terang bulan kalo gak lengkap.” Sahut Asyamsul. Saya masih hanya bisa tersenyum. “lah senyum senyum ae mas Didik iki.” Tambah Ivando saat itu. “Ya,,,,...

IVANDO BAYHAQI, Planning. . .

Ivando, Brian, Saya, Riski, Dewa Bayu, (kiri ke kanan) Dalam Acara Promnight TNU VI ATKP Surabaya, disini kami ditempa, disini kami dipaksa untuk disiplin, dipaksa untuk taat aturan dan istiqomah. Ya,,, seperti inilah kehidupan kami. Tak bisa dipungkiri, memang dengan ada istilah paksa kami jadi terbiasa. DISIPLIN. Bangun jam sekian, makan jam sekian dan sekian sekian. Dalam perjalanan kedisiplinan ini, ada salah satu sahabat yang Alhamdulillah saya diperkenalkan dengannya, disini, ATKP Surabaya. IVANDO BAYHAQI, dialah yang saya maksud. Seorang ‘mantan’ tambor mayor 1 dalam Drum Corps Gita Swara Buana angkatan ke VII. Saya mungkin tidak akan menjelaskan lebih dalam mengenai profilnya karena ini ya bukan buku catatan profil orang. Namun, sebuah hikmah yang saya dapatkan, insyaAllah akan memaknai arti bagaimana cara harus mempersiapkan hidup. Saat itu, 23 Oktober 2016, bel makan siang berkumandang. Kami, pejuang ‘no pesiar’, berjuang menuju ruang makan taruna. Ya seperti ...

YUYUN SUPRAPTO, Ingat Tujuan Awal

Pak Rifai (Kanan) dan Bu Yuyun (Kiri) dalam Acara PromNight Taruna TNU VI Iya, Bu Yuyun kembali memberikan pengalaman motivasinya untuk kami, 15 taruna dan 10 taruni Prodi Teknik Telekomunikasi dan Navigasi Udara angkatan VII. Tepat pukul 11.05, 15 Februari 2015, ketika kami mulai jenuh untuk menerima jarum jarum ilmu pengetahuan dalam tumpukan jerami pakan sapi. Beliau duduk dengan anggunnya, menghadap ke arah kami dan membiarkan laptopnya tak tersentuh sejenak. “Saya, kalau melihat teman saya bisa, pasti saya ada rasa. ‘kenapa saya tidak bisa,’ padahal saya sama porsi makannya dengannya.” Ungkap beliau sejenak mengambil nafas bijak waktu itu. “ya, saya berusaha keras, mengajar dan mencari cari buku di pasar Senen untuk latihan dan beli PCB untuk latihan pula, tidak ada alas an kan, kalau kita ingin pintar, yakin saja, yakin saya bisa. Ini usaha saya, dan nanti pastinya untuk diri saya sendiri, perjuangan kita, apapun yang dilakukan senior kepada kita entah tamparan, ...

DWI KRISNA HADI SAPUTRA, Niat Saya

Hikmah, harapannya selalu saya petik dari setiap langkah kehidupan saya. Kali ini, Dia telah memberikan sebuah hikmah lagi, dari salah satu sobat saya. Dwi Krisna H S. Dalam perjalanan kami setelah sholat ashar menuju ruang kelas, 15.00, 24 Oktober 2015, berjalan menuju laboratorium teritegrasi kami. Berjalan berempat dengan dua sobat kami dari jurusan LLU (pemandu lalulintas Udara). Sore yang sejuk saat itu, sehingga meski kami berjalan menuju ke arah barat, sinar mentari tak begitu menyilaukan pandangan mata kami. Asyamsul (kiri) dan Dwi Krisna (Kanan) “Krisna, Sebenarnya, apa sih yang menjadikanmu selalu ingin melaksanakan pesiar setiap minggu?” tanyaku adanya dengan memandang sedikit ke arah mentari yang menguning sejenak tertimpa beberapa awan mendung yang sejuk di ufuk barat. Dia tersenyum, dan sekilas berfikir, “Nah, setiap Minggu itu, kita butuh yang namanya ‘motivasi’.” Jawabnya. “waaah, bener nih ?” candaku “Siapa ini hayo yang jadi motivasimu ? Keluarga...